“ Aku ingin bersama ayah…”

(sambungan dari “coba ada ayah…”)

 

Mendidik anak memang memerlukan kesabaran dan ketabahan yang luar biasa. Mungkin pada saat kondisi kita fit dan lagi senggang (punya waktu luang), kita bisa meladeni keinginan dan ngajak main anak-anak. Namun saat kita lagi tergesa-gesa, atau dalam kondisi kelelahan dan butuh istirahat, terus tiba-tiba anak kita berantem, nangis dan nggak mau diatur… pusing dech rasanya…

Disitulah kesabaran diuji, kita harus sabar, walaupun aku sendiri sering tidak “lulus” dalam ujian tsb karena akhirnya aku marahin anak-anak yang belum berdosa tsb. Biasanya jurus yang paling ampuh dan paling mudah adalah menakut-nakutinya dengan mengatakan mereka akan dipulangkan ke Indonesia. Menarik memang, seketika mereka akan berhenti menangis dan menuruti semua perintahku.

 

Awalnya jurus “maut” tersebut hanya sekedar bercanda agar anak diem dan nurut, namun lama-lama menjadi ritual juga. Jadi setiap ada masalah dengan anak, maka ucapan tsb sepontan keluar. Mungkin sekali-dua kali efeknya instant namun lama kelamaan anak menjadi tertekan… dan efek ini tak kubayangkan. Kedua anakku jadi suka melamun, bahkan terakhir anak ke dua ku bilang bahwa “dede ingin sama ayah… tinggal di Jepang” sesuatu yang jarang terjadi dia ucapkan. Padahal sebelumnya setiap istriku mengatakan “ bunda mau pulang ke Indonesia”, serempak anakku menjawab ingin ikut bunda.

(bersambung……)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: