“Manusia Badut, Topengmu Mana ?”

   Edisi Curhat by Lisman

 
Sebulan yang lalu, sebuah email mampir di inboxku. Isinya “Kamu dua minggu lagi harus memberikan presentasi untuk Lab. Seminar”.  Sebuah pesan singkat yang nampaknya biasa saja dari seorang profesor pembimbing. Tapi masalahnya, saat itu aku lagi tidak biasa. Aku gak punya data untuk dipresentasikan.
 
Sampai satu hari menjelang persentasi, aku belum juga menemukan ide. Akhirnya dalam hitungan beberapa jam sebelum presentasi, aku baru mulai menuliskan halaman judul. Berikutnya… hitam… hitam… blank, alias aku gak punya ide…
 
Waktu yang ditakuti itu akhirnya tiba juga. Dalam ruangan seminar yang cukup besar, duduk manis profesor pembimbing beserta jajarannya, plus seorang visiting professor dari negeri Cina. Tampak beberapa wakil dari perusahaan yang sedang penelitian di Kyoto University ikut gabung. Mereka ingin mendengarkan kemajuan penelitian mengenai topik PLA. Selain itu, tentu saja hadir belasan pasang mata dari para Posdok dan mahasiswa satu lab yang haus akan ilmu.
 
Babak menegangkan dimulai. Aku coba presentasikan dua buah paper yang baru kubaca pagi hari. Waktu 30 menit pun berlalu, dan kedua paper tersebut sudah aku sampaikan dengan susah payah. Ada banyak komentar dan pertanyaan dari hadirin, namun itu tidak cukup untuk menahan mereka selama 2 jam sampai seminar dinyatakan bubar. Harus ada topik lain untuk mengisi waktu yang kini masih tersisa 1.5 jam lagi. Tapi aku harus ngomong apa? 
 
Anda bisa tebak apa yang bisa kulakukan di depan “jamaah ilmuwan” untuk menghibur mereka? Aku bermain sirkus dengan data-data penelitian usang yang di recycle. Layaknya seorang badut yang kehilangan topeng. Permainanku hanya membuat kecewa penonton.
 
“I don’t understand what you are talking about. It seems you are not ready for today’s presentation” sebuah suara lembut mulai menelanjangi badut yang berdiri tegang. Disusul komentar-komentar berikutnya yang membuat si badut merasa “standing naked in front of people”. Sambil tertunduk lesu, si badut mulai mengasihani dirinya sendiri yang kehilangan topeng.
 
Tuhan…
Biarkan topeng itu pergi dariku
Aku tak ingin jadi badut lagi
selamanya…
 
Kyoto, 17 Nov 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: