“Pengorbanan Berbuah Undangan”

**** Mimpikah AKU ??? ****

Seminggu yang lalu aku disibukkan oleh persiapan acara ESQ Preview di Kyoto. Banyak kerjaan di lab yang terganggu karenanya. Semua konsentrasiku terserap untuk mensukseskan acara tersebut.

Tiap hari inbox yahooku penuh dengan puluhan email tentang persiapan acara ESQ. Isinya adalah koordinasi panitia, mulai dari cari gedung, biaya sewa, konsumsi, sampai mengirimkan undangan dan meng-update list peserta, tidak lepas dari pantauanku sebagai ketua panitia.

Meskipun banyak teman-teman yang membantu, namun rasanya jabatan ketua tetaplah menyeramkan buatku. Aku dituntut untuk tahu segalanya dan merespon semua kondisi yang terus berubah.

Puncak kesibukanku adalah hari Jumat, tepat sehari sebelum acara dimulai. Hari itu aku dikenalkan oleh bu Ami dengan rombongan ESQ yang berjumlah 15 orang. Jujur saja, saat itulah pertamakali bertemu pak Ary Ginanjar dan bersalaman dengan beliau.

Tidak ada yang istimewa, aku hanya bersalaman saja dengan rombongan ESQ. Kemudian aku dengan pak Agus (manager ESQ) dan pak Andrie (asistant), berdiskusi dan survey tempat. Selain ambil foto, tidak lupa cek sound, cek infokus dan cek lighting.

Jam sepuluh malam semua persiapan telah selesai. Kemudian diskusi santai dilanjutkan di loby hotel tempat rombongan ESQ menginap. Tidak ada obrolan yang istimewa, kami hanya berbicara tentang pengalaman masing-masing.

Setengah jam kemudian, pak Ary Ginanjar ditemani dengan seorang lelaki yang sedang memegang cup gelas berisi kopi lewat di depan kami. Tentu saja kami memberikan senyum dan berdiri, sebagai rasa hormat. Sekali lagi aku disalami pak Ary. ” Bagaimana persiapannya? ” sapa beliau. Aku jawab “Semua OK…”.

“Kenalkan, ini pak Yudhistira, penulis novel Arjuna Mencari Cinta” kata pak Ary. Aku membungkuk hormat pada lelaki disamping pak Ary yang ternyata adalah seorang penulis beken. Tiba-tiba otakku berpikir, bagaimana caranya agar aku punya kesempatan menimba ilmu tulis-menulis dari pak Yudhistira?

Entah darimana memulainya, kami terlibat pembicaraan yang cukup menarik mengenai budaya Jepang. Sehingga pak Ary dan pak Yudhis yang niatnya hanya menyapa, akhirnya duduk gabung dengan kami. Pembicaraan pun semakin seru dan aku semakin semangat bercerita tentang pengalaman hidupku di Jepang. Mungkin karena sedang didengarkan oleh orang tenar seperti pak Ary dan pak Yudhis.

Tak terasa pembicaraan telah berlangsung satu jam. Diakhir pembicaraan pak Ary menyampaikan undangan untuk menulis sebuah buku tentang Jepang dengan beliau. “Wah… benar-benar surprise. Ini kesempatan langka!” batinku. Beliau meminta aku untuk menuliskan naskah tersebut sampai pertengahan Desember.

“Jangan khawatir dengan tulisan, ceritakan aja dengan gayamu, nanti pak Yudhistira akan mengedit tulisannya” kata Pak Ary.
“Terus nanti penulisnya Lisman dan Saya” tambahnya lagi.
Aku hanya terdiam, ucapan pak Ary seperti sebuah simfoni indah. Tak percaya namun nyata. “Emang siapa gue…?” pikirku saat itu.

Pak Yudhistira hanya tersenyum sambil mengangguk mendengarkan ucapan pak Ary. Rupanya beliau sekarang sebagai penanggungjawab ESQ magazine. Hal itu saya ketahui dari kartu namanya. Jadi tidak aneh kalau pak Yudhistira menerima arahan dari pak Ary.

“Saya ingin kita membedah buku itu pertengahan Januari 2009 di menara ESQ 165, di Jakarta” pungkas pak Ary menutup pembicaraan kami.

“Mimpikah AKU ???” batinku sambil melongo, seolah tak percaya apa yang baru saja didengar. Aku menatap kepergian pak Ary, masuk lift dengan penuh syukur.

**** Terimakasih Tuhan untuk Setiap Moment Indah yang Kau Berikan Padaku****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: